Blog Archive

Selasa, 19 Maret 2013

Sehari Bersama Rising Star


Sehari Bersama Rising Star
Ku berlari kau terdiam. Ku menangis kau tersenyum.Ku berduka kau bahagia.Ku pergi kau kembali. Ku coba meraih mimpi. Kau coba ‘tuk hentikan mimpi. Memang kita takkan menyatu.”
            Rasanya tak asing lagi rangkaian kalimat ini di kepala kita, langsung otomatis terulang-ulang lagu yang sedang menjadi hits akhir-akhir ini. Cakra Khan. Siapa yang tidak mengenal nama ini ?
            Melejit hanya dengan satu single “Harus Terpisah” dengan suaranya yang khas agak parau serak-serak basah .
            Perjalanan kali ini adalah untuk menemui seorang Rising Star Indonesia, yaitu Cakra Khan. Tak lama menempuh jarak sekitar 30 menit dari serpong menuju kawasan Kebon Jeruk. Kali ini kami mendatangi stasiun TV yang berlambang burung garuda itu . Ya.. Metro TV.
            Siang itu matahari menyengat kencang. Rasanya kulit serasa terpanggang. Saya masih saja terus mengipas-ngipas kan selembar kertas walaupun AC sudah dinyalakan di level tiga.  
            “Pak, parkiran dong tolong.” Minta rekan wanita saya kepada gerombolan satpam yang nampaknya dengan senang hati mencarikan parkiran kalau supirnya cantik.  
“Disini aja ya non, saya selipin sedikit disini, nanti saya jagain mobilnya.” Kata salah satu satpam dengan sedikit sumringah.
 Maju , mundur, maju lagi, mundur lagi. Sempat sulit memarkirkan mobil di area sesempit itu. Tapi apa daya, dari pada tidak ada lagi tempat parkir.
            “Cakra...Cakra..itu Cakraa” teriak salah satu rekan wanita saya yang masih duduk di kursi pengemudi.  Salah satu rekan saya ini memang merupakan Cakra Holic. Salah satu penggemar berat Cakra Khan. Saat itu kami bertujuan untuk mewawancara Cakra secara langsung.
            Rekan saya langsung saja meninggalkan mobil dan berusaha mengejar Cakra. Saya yang bukan merupakan fans Cakra cukup canggung melihat peristiwa iitu.  Berjalan memasuki pintu masuk Metro TV. Sudah banyak sekali Cakra Holic, di sana terlihat banyak sekali Cakra Holic yang meangantri untuk masuk ke dalam studio.Mereka berasal dari tempat beragam, tidak hanya dari Jakarta. Bahkan Cakra Holic berdatangan dari Bandung, Semarang, bahkan ada yang rela menginap di stasiun kereta api demi bertemu Cakra secara langsung, yaitu Mahdi . Bocah berusia 14 tahun. Dia merupakan penggemar berat Cakra Khan.
“Aku suka sekali sama Aa Cakra, Aku bela-belain tidur di stasiun supaya sampe jakarta. Ngeteng truk malam yang mau ke Jakarta. Ongkosku ndak cukup mbak, sisa 18.000” Kata Mahdi sembari meenunduk karena agak malu.
            Nampaknya kehadiran saya dan dua rekan saya cukup mengundang perhatian beberapa karyawan metro TV. Saat itu kami dihampiri oleh karyawan metro TV. Kami diminta menjadi penonton dalam acara TV “Just Alvin” dan diminta duduk di paling depan. Alasannya karena penampilan kami yang cantik dan ganteng. Bahkan saat itu kami diperlakukan bak kamilah artisnya. Kami jalan di barisan paling depan mendahului para Cakra Holic yang notabene adalah anak-anak SMA sekolah negri dan mereka sudah berjejer membentuk barisan panjang. Inilah realita dunia. Kejam .. Tampilan luar menjadi penentu seseorang akan diperlakukan lebih baik atau tidak.  
            Suasana ruangan Just Alvin saat itu dihiasi dengan stage yang beda dari biasanya tampil di TV. Dan ternyata betul saja kali itu adalah kali pertama episode “Just Alvin” menghadirkan audience di dalam ruangan. Kami dibriefing terlebih dahulu untuk bertepuk tangan memeriahkan acara.  Crew nya sangat ramah dan humoris, membuat penonton relax sehingga bisa menampilkan wajah ceria mereka ketika tersorot kamera.
            Alvin, Host yang cukup kondang itu memasuki ruangan. Dengan gayanya yang sedikit feminim dan pakaian jas rapi, suaranya yang sedikit mendayu terdengar  menyapa para penonton dengan ramah. Openning Acara dimeriahkan dengan tampilan Cakra Khan sebagai bintang tamu dengan lantunan single andalannya “Harus Terpisah”. Dengan sepatu boot nya , rompi jeans, kaos hijau, dan celana panjang  skinny Jeans, Cakra sukses melantunkan lagu dengan tidak sedikitpun nada meleset.
 Perfecto !
            “Betulan berbakat.” Kataku dalam hati.

            Disambut dengan tepuk tangan meriah dari Audience, Cakra segera menduduki kursi panas dan siap menjawab setiap pertanyaan Alvin sebagai Host. Sekitar satu jam shooting berlangsung. Setelah selesai shooting, para audience diberikan kesempatan untuk berfoto dahulu dengan para artis dan bintang tamu.
            Lagi-lagi untungnya menjadi orang yang berpenampilan rapi. Kami mendapat previllage interview Cakra secara langsung. Rekan perempuan saya yang juga merupakan Cakra Holic langsung saja melonjak bahagia karena bisa bertatap muka langsung dengan Cakra.
“ Langsung ke Trans TV mau gak ? Aku ada shooting lagi udah mepet waktunya.” Kara Cakra dengan ramah. Akhirnya kami langsung meluncur ke studio Trans TV,Mampang.
Sesampainya disana kami disambut ramah oleh manager Cakra yang adalah kakak kandungnya sendiri , bernama Mas Teguh. Keyboardis Cakra, Gerri, dan kakak ipar Cakra bernama Setiawan, serta crew Cakra yang lainnya.
            Dengan ramah kami disambut, dan langsung duduk berhadapan dengan Cakra.
“Kurang tidur banget nih, ,mataku sampai sakit.” Kata Cakra mencairkan suasana. Maka dimulailah interview kami.
            Pria kelahiran tahun 1992 ini ternyata masih mengecap pendidikan di Sekolah Tinggi Music Bandung. Pria yang logat bicaranya sangat kental dengan logat sunda ini menceritakan sedikit tentang asal usul nama belakangnya yang unik itu. Khan. Cakra mengakui ia terinspirasi dari  idolanya yaitu Shakka Khan.
“100 kali lipat banyaknya !” jawab Cakra antusias pada saat ditanya berapa kali lipat honor yang dia peroleh saat ini. Dengan wajah yang terlihat capek, dia berusaha mengingat kembali awal perjuangannya hingga menjadi seperti sekarang.
            Sebelumnya Cakra hanyalah seorang mahasiswa biasa yang menyukai musik. Orang tuanya mengingini dia untuk lebih fokus kepada pendidikan ketimbang bernyanyi.
“Kalau toh menyanyi dari panggung ke panggung hanya untuk sekedar menambah uang jajan saja.” Jelas Cakra
Single “Harus Terpisah” yang membawa Cakra pada kesuksesan ini sempat diperebutkan oleh artis tenar sekelas Afgan. Namun setelah lulus audisi, Cakra lah yang dipilih untuk membawakan lagu itu .
            Sekejap kehidupan Cakra berubah. Bahkan dia bisa membeli apapun yang dia inginkan. Dimulai dari gadget , mobil, bahkan berhasil membawa kedua orangtuanya pergi naik haji.
            “Cakra sekarang kegiatannya padet banget, sampe waktu tidur aja kurang.” Kata Teguh manager Cakra. Apa yang dirasakan Cakra sekarang berawal dari sebuah mimpi.Walaupun sudah berada di puncak kesuksesan, Cakra tetap menjadi Cakra yang dulu. Low profile dengan gayanya yang apa adanya. Sosok Cakra ini bisa dijadikan panutan bagi setiap kita untuk terus berani bermimpi dan tidak menyerah dalam menggapai cita-cita kita. Dream Big-Small Fear
flystv

1 komentar:

  1. sistaaa.....wah berkesempatan ketemuu sama cakra khann,asiknya...*sirik
    sisss,lagunya cakra khan yg "harus terpisah" kalo benar2 dihayati bikin sedih yah?apalagi kalo punya kenangan yang nge na banget..haha....keep writing sis...someone keep suport u everytime,u not alone...^^

    BalasHapus