Sehari
Bersama Rising Star
“Ku berlari kau terdiam. Ku menangis kau
tersenyum.Ku berduka kau bahagia.Ku pergi kau
kembali. Ku coba meraih mimpi. Kau coba ‘tuk hentikan mimpi. Memang kita takkan menyatu.”
Rasanya tak asing lagi rangkaian
kalimat ini di kepala kita, langsung otomatis terulang-ulang lagu yang sedang
menjadi hits akhir-akhir ini. Cakra
Khan. Siapa yang tidak mengenal nama ini ?
Melejit hanya dengan satu single “Harus Terpisah” dengan suaranya
yang khas agak parau serak-serak basah .
Perjalanan kali ini adalah untuk
menemui seorang Rising Star Indonesia, yaitu Cakra Khan. Tak lama menempuh
jarak sekitar 30 menit dari serpong menuju kawasan Kebon Jeruk. Kali ini kami
mendatangi stasiun TV yang berlambang burung garuda itu . Ya.. Metro TV.
Siang itu matahari menyengat
kencang. Rasanya kulit serasa terpanggang. Saya masih saja terus mengipas-ngipas
kan selembar kertas walaupun AC sudah dinyalakan di level tiga.
“Pak, parkiran dong tolong.” Minta
rekan wanita saya kepada gerombolan satpam yang nampaknya dengan senang hati
mencarikan parkiran kalau supirnya cantik.
“Disini aja ya non,
saya selipin sedikit disini, nanti saya jagain mobilnya.” Kata salah satu
satpam dengan sedikit sumringah.
Maju , mundur, maju lagi, mundur lagi. Sempat
sulit memarkirkan mobil di area sesempit itu. Tapi apa daya, dari pada tidak
ada lagi tempat parkir.
“Cakra...Cakra..itu Cakraa” teriak
salah satu rekan wanita saya yang masih duduk di kursi pengemudi. Salah satu rekan saya ini memang merupakan Cakra Holic. Salah satu penggemar berat
Cakra Khan. Saat itu kami bertujuan untuk mewawancara Cakra secara langsung.
Rekan saya langsung saja
meninggalkan mobil dan berusaha mengejar Cakra. Saya yang bukan merupakan fans Cakra cukup canggung melihat
peristiwa iitu. Berjalan memasuki pintu
masuk Metro TV. Sudah banyak sekali Cakra
Holic, di sana terlihat banyak sekali Cakra
Holic yang meangantri untuk masuk ke dalam studio.Mereka berasal dari
tempat beragam, tidak hanya dari Jakarta. Bahkan Cakra Holic berdatangan dari
Bandung, Semarang, bahkan ada yang rela menginap di stasiun kereta api demi
bertemu Cakra secara langsung, yaitu Mahdi . Bocah berusia 14 tahun. Dia
merupakan penggemar berat Cakra Khan.
“Aku suka sekali sama
Aa Cakra, Aku bela-belain tidur di stasiun supaya sampe jakarta. Ngeteng truk
malam yang mau ke Jakarta. Ongkosku ndak cukup mbak, sisa 18.000” Kata Mahdi
sembari meenunduk karena agak malu.
Nampaknya kehadiran saya dan dua
rekan saya cukup mengundang perhatian beberapa karyawan metro TV. Saat itu kami
dihampiri oleh karyawan metro TV. Kami diminta menjadi penonton dalam acara TV “Just
Alvin” dan diminta duduk di paling depan. Alasannya karena penampilan kami yang
cantik dan ganteng. Bahkan saat itu kami diperlakukan bak kamilah artisnya.
Kami jalan di barisan paling depan mendahului para Cakra Holic yang notabene
adalah anak-anak SMA sekolah negri dan mereka sudah berjejer membentuk barisan
panjang. Inilah realita dunia. Kejam .. Tampilan luar menjadi penentu seseorang
akan diperlakukan lebih baik atau tidak.
Suasana ruangan Just Alvin saat itu
dihiasi dengan stage yang beda dari biasanya
tampil di TV. Dan ternyata betul saja kali itu adalah kali pertama episode “Just
Alvin” menghadirkan audience di dalam ruangan. Kami dibriefing terlebih dahulu untuk bertepuk tangan memeriahkan
acara. Crew nya sangat ramah dan humoris, membuat penonton relax sehingga bisa menampilkan wajah
ceria mereka ketika tersorot kamera.
Alvin, Host yang cukup kondang itu
memasuki ruangan. Dengan gayanya yang sedikit feminim dan pakaian jas rapi, suaranya
yang sedikit mendayu terdengar menyapa
para penonton dengan ramah. Openning
Acara dimeriahkan dengan tampilan Cakra Khan sebagai bintang tamu dengan
lantunan single andalannya “Harus
Terpisah”. Dengan sepatu boot nya ,
rompi jeans, kaos hijau, dan celana panjang skinny
Jeans, Cakra sukses melantunkan lagu dengan tidak sedikitpun nada meleset.
Perfecto !
“Betulan berbakat.” Kataku dalam
hati.
Disambut dengan tepuk tangan meriah
dari Audience, Cakra segera menduduki kursi panas dan siap menjawab setiap
pertanyaan Alvin sebagai Host. Sekitar satu jam shooting berlangsung. Setelah
selesai shooting, para audience diberikan kesempatan untuk berfoto dahulu
dengan para artis dan bintang tamu.
Lagi-lagi untungnya menjadi orang
yang berpenampilan rapi. Kami mendapat previllage
interview Cakra secara langsung. Rekan perempuan saya yang juga merupakan
Cakra Holic langsung saja melonjak bahagia karena bisa bertatap muka langsung
dengan Cakra.
“ Langsung ke Trans
TV mau gak ? Aku ada shooting lagi udah mepet waktunya.” Kara Cakra dengan
ramah. Akhirnya kami langsung meluncur ke studio Trans TV,Mampang.
Sesampainya disana
kami disambut ramah oleh manager Cakra yang adalah kakak kandungnya sendiri ,
bernama Mas Teguh. Keyboardis Cakra, Gerri, dan kakak ipar Cakra bernama
Setiawan, serta crew Cakra yang lainnya.
Dengan ramah kami disambut, dan
langsung duduk berhadapan dengan Cakra.
“Kurang tidur banget
nih, ,mataku sampai sakit.” Kata Cakra mencairkan suasana. Maka dimulailah
interview kami.
Pria kelahiran tahun 1992 ini ternyata
masih mengecap pendidikan di Sekolah Tinggi Music Bandung. Pria yang logat
bicaranya sangat kental dengan logat sunda ini menceritakan sedikit tentang
asal usul nama belakangnya yang unik itu. Khan. Cakra mengakui ia terinspirasi
dari idolanya yaitu Shakka Khan.
“100 kali lipat banyaknya
!” jawab Cakra antusias pada saat ditanya berapa kali lipat honor yang dia
peroleh saat ini. Dengan wajah yang terlihat capek, dia berusaha mengingat
kembali awal perjuangannya hingga menjadi seperti sekarang.
Sebelumnya Cakra hanyalah seorang
mahasiswa biasa yang menyukai musik. Orang tuanya mengingini dia untuk lebih
fokus kepada pendidikan ketimbang bernyanyi.
“Kalau toh menyanyi
dari panggung ke panggung hanya untuk sekedar menambah uang jajan saja.” Jelas Cakra
Single “Harus
Terpisah” yang membawa Cakra pada kesuksesan ini sempat diperebutkan oleh artis
tenar sekelas Afgan. Namun setelah lulus audisi, Cakra lah yang dipilih untuk
membawakan lagu itu .
Sekejap kehidupan Cakra berubah.
Bahkan dia bisa membeli apapun yang dia inginkan. Dimulai dari gadget , mobil, bahkan berhasil membawa
kedua orangtuanya pergi naik haji.
“Cakra sekarang kegiatannya padet
banget, sampe waktu tidur aja kurang.” Kata Teguh manager Cakra. Apa yang dirasakan Cakra sekarang berawal dari sebuah mimpi.Walaupun sudah berada di puncak kesuksesan, Cakra tetap menjadi Cakra yang dulu. Low profile dengan gayanya yang apa adanya. Sosok Cakra ini bisa dijadikan panutan bagi setiap kita untuk terus berani bermimpi dan tidak menyerah dalam menggapai cita-cita kita. Dream Big-Small Fear
flystv


sistaaa.....wah berkesempatan ketemuu sama cakra khann,asiknya...*sirik
BalasHapussisss,lagunya cakra khan yg "harus terpisah" kalo benar2 dihayati bikin sedih yah?apalagi kalo punya kenangan yang nge na banget..haha....keep writing sis...someone keep suport u everytime,u not alone...^^